Aneka Penggunaan Gas Ketawa:

Oleh Deni Rachman, S.Si
Alumnus Jurusan Kimia Unpad dan aktivis Alchemist Community

Pernah menonton film The Fast & The Forius dan sekuelnya 2 Fast 2 Forius? Kedua film tersebut ternyata berdampak besar bagi perkembangan dunia otomotif Indonesia. Dalam film tersebut diungkapkan rahasia agar kendaraan melaju lebih cepat. Rahasianya ada pada sebuah tabung kecil yang dikenal dengan nama NOS (Nitrous Oxide System). Kecepatan kendaraan yang dilengkapi dengan NOS bisa meningkat antara 60 sampai 100 persen! Tak heran jika NOS menjadi tren di kalangan para penggemar otomotif sebagai sumber tenaga tambahan mesin untuk melipatgandakan kecepatan. Dengan adanya NOS, laga adu kecepatan mobil ataupun sepeda motor menjadi lebih menantang dan menegangkan. Tentu saja, hal ini menyenangkan para speedgoers (pengagum kecepatan). Peran NOS sebagai sumber tenaga tambahan mesin, tidak dapat dilepaskan dari zat kimia yang dikandungnya, yakni dinitrogen monooksida (N2O) yang diinjeksikan ke dalam karburator.
Zat inilah yang sejak abad ke-18 sudah dikenal orang dengan istilah gas ketawa (laughing gas), si pembuat ketawa (the giggles), atau gas bahagia (happy gas). Apakah gas ketawa itu? Selain penambah kecepatan kendaraan, adakah kegunaan lain dari gas ketawa? Bagaimana cara membuat gas ketawa?

Apakah Gas Ketawa Itu?
Gas ketawa atau dinitrogen monooksida adalah gas yang tidak berwarna dan berbau ‘manis’. Jika seseorang menghirup gas ketawa, orang tersebut akan terbebas dari rasa sakit. Gejala-gejalanya diawali dengan histeria secara perlahan, eforia (rasa senang berlebihan), dan terkadang diakhiri dengan tertawa terus menerus. Itulah sebabnya zat berwujud gas ini disebut gas ketawa. Gas ketawa ini ditemukan oleh Joseph Priestley pada tahun 1772. Sifat-sifat dari gas ketawa ini, kemudian diteliti lebih mendalam oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1799. Sir Humphry Davy dalam keadaan sadar mencelupkan kepalanya ke dalam 57 liter dinitrogen monooksida hingga tak sadarkan diri. Setelah sadar ia berkata, “Nothing Exists But Thoughts!”. Davy menyamakan efek gas ketawa dengan keracunan tingkat tinggi, seperti opium atau alkohol.


Sumber: general-anesthetic
Percobaan penggunaan gas ketawa oleh Sir Humphry Davy

Sumber: general-anesthetic
Ilustrasi yang menggambarkan
pesta ketawa setelah
menghirup gas ketawa

Mengocok perut penonton
Sesuai dengan sifatnya yang dapat memberi efek tertawa dalam keadaan setengah sadar, gas ketawa pada awalnya banyak dikonsumsi untuk kebutuhan hiburan. Orang-orang teater menggunakan zat ini sebagai bahan perangsang tertawa untuk mengocok perut penonton. Sang aktor komedi mengisap sedikit gas ketawa hingga tertawa-tawa, dan penonton dengan polosnya ikut tertawa pula. Padahal, sebenarnya bisa jadi tidak ada pertunjukan yang lucu. Gas ketawa juga sering digunakan dalam suatu pesta ketawa.

Gas ketawa sebagai anestetik
Perlahan-lahan seiring dengan kemajuan teknologi, gas ketawa mulai dilirik dunia kedokteran gigi. Dipelopori Horace Wells pada tahun 1844, hingga saat ini gas ketawa digunakan sebagai obat pemati rasa dalam operasi bedah. Gas ketawa digunakan di bidang kedokteran karena memiliki efek membius (anestesia).
Penggunaan gas ketawa dalam operasi bedah sama berbahayanya dengan manfaatnya. Jika dihirup berlebihan, gas ketawa dapat menimbulkan kerusakan syaraf permanen, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Para dokter harus benar-benar memperhitungkan efek penggunaan gas ketawa yang berlebihan. Biasanya gas ketawa digunakan sebagai obat bius dalam bentuk campuran dengan oksigen dengan perbandingan 80:20.
Efek fisiologi yang dirasakan oleh pasien adalah keadaan tidak sadar selama beberapa saat. Pada saat itulah, gas ketawa menembus membran lipid dan memberikan efek tak sadarkan diri terutama pada saat operasi bedah. Walaupun di dalam tubuh gas ketawa tidak mengikat oksigen dan hemoglobin, gas ketawa dapat bergerak bebas di dalam darah dan mengkontaminasi paru-paru. Jika kita menghirup langsung dari tabung, kita akan terkena risiko kerusakan pita suara, kecemasan, kerusakan otak, tertawa berlebihan, pingsan, bahkan berujung kematian.
Secara sederhana proses pembiusan melewati tahapan berikut. Pertama, sensasi gatal, terutama di bagian tangan dan lutut, atau merasa ada getaran yang diikuti secara cepat oleh sensasi hangat, dan keadaan nyaman, eforia dan seperti mengapung. Keadaan selanjutnya adalah tertidur. Sangat sulit untuk menjaga agar mata terbuka, terkadang pasien dapat mengalami mimpi.
Pasien yang mengalami mimpi merupakan indikator bahwa gas ketawa yang digunakan terlalu tinggi. Efek samping setelah mimpi yang dirasakan, di antaranya mual-mual dan sensasi tak nyaman, semisal mengingat kembali pengalaman-pengalaman buruk masa lalu. Tapi jangan khawatir, resiko-resiko penggunaan gas ketawa teratasi berkat kemajuan teknologi. Saat ini, gas ketawa ditambahkan secara perlahan-lahan disesuaikan dengan kondisi fisiologi dan psikologi pasien sehingga penggunaan gas ketawa menjadi lebih aman.

Bahan Bakar Roket
Di bidang penerbangan dan antariksa, setahun terakhir ini terobosan revolusioner telah dilakukan pada pesawat SpaceShipOne. SpaceShipOne, pesawat ruang angkasa berawak manusia swasta pertama yang menggunakan mesin hibrid itu menggunakan bahan bakar khusus yang lebih aman. Bahan bakar yang dikembangkan perusahaan SpaceDev itu disebut hydroxy-terminated polybutadiene (HTPB), suatu campuran antara karet dengan gas ketawa. Selain tidak mudah menguap, campuran gas ini lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar roket lain. Buangan yang dihasilkan setelah pembakaran terdiri atas uap air, nitrogen, karbon dioksida, dan karbon monoksida.

Cara Membuat Gas Ketawa
Gas ketawa dapat dibuat dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melarutkan logam seng ke dalam zat nitrat terlarut, atau dengan mencampurkan hidroksilamina hidroklorida ke dalam natrium nitrat.
Cara lainnya dengan memanaskan ammonium nitrat pada suhu 240oC. Pemanasan ini akan menguraikan ammonium nitrat menjadi gas ketawa dan air. Gas ketawa yang dihasilkan , kemudian dimurnikan dan dicairkan dengan cara pemampatan dan pendinginan. Setelah itu, gas ketawa disimpan dalam silinder yang terbuat dari logam.
Gas ketawa, terlepas dari beragam kontroversi, telah mengalami suka-dukanya sepanjang zaman sejak abad ke-18. Gas ketawa pernah menjadi tren sebagai zat yang dapat menenangkan, menghibur, dan bahkan menjadi sumber inspirasi seniman. Beberapa seniman lewat lukisan dan poster-poster pernah menggambarkan sepasang kekasih yang salah satunya memberi gas ketawa karena pasangannya terlalu cerewet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: