JET TEMPUR NON AWAK

Tak lalu larut dalam kesedihan gara-gara terlibas dalam program JSF, Boeing kembali bangkit dengan burung besi aduan terbarunya, X-45. Konsep yang disandang adalah jet tempur non awak, atau punya nama lain UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle). Program senilai 191 juta dollar AS ini merupakan ujud dari kerja bareng antara DARPA (Defense Advanced Research Project Agency), AU AS, dan Boeing Phantom Works.

Berbeda dengan mesin-mesin nir awak lain macam Global Hawk dan Predator, kemampuan X-45 lebih difokuskan pada fungsi tempur. Tugas yang diemban juga bukan asal ikutan bertempur saja. Dimasa datang, spesies baru mesin perang udara ini akan ditugasi melumpuhkan jaringan pertahanan lawan atau SEAD (Suppression of Enemy Air Defence). Asal tahu saja, menurut perhitungan militer, tugas SEAD dianggap sebagai operasi paling berbahaya dan paling banyak memakan korban lantaran digelar pada hari-hari pertama pecahnya konflik. Dengan menggunakan UCAV, semua risiko tadi bisa saja diabaikan.

Selain risiko operasional, angin segar juga berhembus untuk ongkos produksi dan operasional yang mesti dianggarkan. Kalkulasi pihak pabrikan menyimpulkan, biaya produksi sebuah UCAV lebih murah 65 persen ketimbang pesawat tempur berawak. Selain itu, biaya operasional dan perawatan juga ditanggung lebih murah 75 persen dibanding pesawat konvensional.

Meski punya seabreg kelebihan, untuk urusan rancang-bangun memang mesti dikaji lebih dalam. Sistem propulsi dan desain bentuk misalnya, diwajibkan mampu mendongkrak kelincahan pesawat berdimensi panjang 9 m dan rentang sayap selebar 11,3 m ini. Belum lagi airframe yang mesti tahan menggotong beban senjata macam bom pintar JDAM seberat minimal 3.000 pon.

Walau terkesan rada rumit, namun program X-45 berhasil membuka langkah pertama era jet tempur tanpa awak. Buktinya, 22 Mei lalu, selama kurang lebih 14 menit, X-45A untuk pertama kalinya mengudara. Kejadian ini jelas membuat pihak pabrikan bisa bernafas lega. Pasalnya, sebelumnya uji coba mengalami beberapa kali penundaan akibat cuaca buruk yang terus menyelimuti pusat uji coba Dryden (Dryden Flight Research Centre), Lanud Edwards, California.

Kalau tak ada aral melintang, rencananya UCAV bakal dioperasikan AU sepenuhnya pada era 2007-2010. Tak hanya itu, saat ini di atas kertas Boeing masih mereka-reka generasi penerus X-45A, yaitu X-45B. Dipastikan selain lebih sakti, varian B punya dimensi lebih besar dari varian A.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: